Senin, 16 April 2012

Komitment Untuk Tetap Konsisten


Sering kali kita terperangkap memikirkan cara yang kompleks untuk meraih kesuksesan. Salah satu kunci kesuksesan yang sering dianggap sepele adalah tindakan yang konsisten. Anda mungkin pernah mendengar dongeng mengenai perlombaan lari antara kelinci dan kura-kura. Sang kelinci begitu sombong dengan kecepatan larinya dan mengganggap remeh si kura-kura yang jalannya sangat lamban. Ketika perlombaan dimulai, si kelinci sombong bahkan mempersilakan kura-kura untuk mulai berjalan duluan, sedangkan ia asyik mengerjakan hal yang lain. Sang kelinci pun menggangap remeh bahkan ia menyempatkan diri untuk tidur siang selagi kura-kura berusaha menyelesaikan perlombaan. Akibat sikapnya yang mengganggap enteng dan malas untuk bekerja keras, sang kelinci akhirnya kalah dalam perlombaan. Satu-satunya hal yang dikerjakan oleh si kura-kura adalah secara konsisten mengambil tindakan untuk mencapai tujuannya. Ia tidak mudah terpancing dengan sikap kelinci yang merendahkannya, ia juga tidak bersungut sungut menyesali kemampuannya. Ia hanya berfokus untuk mengambil satu langkah demi satu langkah secara konsisten sampai tujuannya tercapai.
Untuk meraih kesuksesan, kita perlu mencontoh si kura-kura dengan berkomitment setiap hari mengambil tindakan yang konsisten. Kita tidak mungkin mendapatkan hasil yang luar biasa jika kita hanya bekerja keras dalam satu waktu kemudian tidak menjalankannya secara konsisten dan karenanya kita akan kehilangan momentum. Kita tidak mungkin memiliki tubuh yang ideal hanya dengan melakukan sit-up sebayanyak 50 kali dalam satu hari saja. Kita hanya dapat melihat hasil yang kita inginkan setelah kita menjalankan kebiasaan ini selam enam bulan secara konsisten atau bahkan 1 tahun.

            Tahukah Anda bahwa kesuksesan seseorang bukan hanya bergantung pada langkah pertama yang ia ambil? Sering kali justru langkah-langkah selanjutnya yang kemudian menjadi kebiasaanlah yang akan bertahan untuk meraih kesuksesan. Mengambil tindakan-tindakan yang konsisten terhadap tugas yang harus diselesaikan tidak akan membuahkan hasil yang brilian dalam waktu satu hari. Namun, jika hal ini telah menjadi kebiasaan Anda, suatu saat nanti kesuksesan akan Anda raih.
            Adakah tindakan-tindakan Anda yang tidak konsisten dengan sukses yang Anda inginkan? Mulailah hari ini dengan memperhatikan konsistensi Anda sebagai seorang juara.

Ada yang mau share soal cerita kura-kura dan kelinci ini....silahkan beri komentar jika ada cerita motivasi konsistensi yang lebih seru lagi...

salam ACTION.....

Minggu, 15 April 2012

Sukses Yang Berkesan

Sukses tidak diukur dari posisi yang berhasil dicapai seseorang dalam hidupnya, tetapi dari hambatan - hambatan yang berhasil diatasinya (Booker T. Washington).

Sesulit apapun, bagi orang yang berfikir positif pasti bisa melewati hambatan yang menghadangnya.  Karena itu pula, kemampuan melawan hambatan tersebut sering dijadikan sebagai ukuran dan tolak ukur penilaian sukses tidaknya seseorang, bukan terhadap apa yang di dapatkannya, karena hal  tersebut jauh lebih memberikan makna kesuksesan yang sebenarnya.  Dalam mengatasi suatu hambatan atau masalah dalam hidup bukan tidak memiliki nilai positif, tetapi lebih dari itu, perjuangan yang dilakukan merupakan sebuah seni dalam hidup.  Jika dimaknai lebih dalam lagi, maka sesungguhnya yang bermain adalah jiwa dan kemampuan pikiran kita dalam menghadapinya, selebihnya adalah kekuatan yang berbentuk fisik dengan tindakan yang konkret.

Semua orang punya potensi dengan masalah atau hambatan-hambatannya menjadi besar karenanya.  Namun terkadang orang menjadi merasa kecil lantaran pikirannya telah terpengaruh oleh keadaan atau masalahnya, sehingga masalah yang sebenarnya kecil kelihatan tampak besar.  Dirinya merasa tidak mampu menghadapinya, sehingga kata-kata "gagal" menguasai dirimya.

Lakukanlah apa yang bisa dilakukan dalam mengatasi masalah yang terjadi, daripada tidak ada usaha sama sekali.  Mengapa mesti memilih sukses " tanpa kesan" jika kita bisa meraih kesuksesan yang " berarti dan berkesan" dalam kehidupan kita melalui proses dan perjuangannya yang panjang dan membanggakan? Semakin besar upaya yang dijalankan, maka semakin besar pula untuk kesuksesan kita.  Semakin berdarah-darah adalah proses yang dilakukan, maka semakin membuat kita merasa puas dengan apa yang kita dapatkan.  Akan tetapi jangan merasa puas dengan apa yang didapatkan, kemudian tidak mau berusaha lagi.  Arti puas yakni lebih menekankan kepada pemaknaan untuk menjiwai dan merasakannya dengan penuh arti atas apa yang telah dilakukannya.

Bagaimana menurut rekan-rekan blogger...? jika ada yang tidak setuju silahkan berikan komentar atas tulisan ini.  Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan share ke yang lain.

Indahnya berbagi dan saling mengingatkan.
Salam.

Kamis, 12 April 2012

Anugerah....


Bersyukur dalam Hidup dan mengingat segala Anugrah yang telah di berikan TUHAN kepada kita akan membuat Hidup terasa ringan tuk dijalani.

Renungkanlah hal ini Friends..
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. 
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke pangkuan-Nya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak- anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak tetapi tidak mendapatkannya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, ingatlah akan gelandangan yang tinggal dijalanan. 
Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, ingatlah akan seseorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyum di wajahmu dan berterimakasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Jadikan sebagai MOTIVASI ya Friends...





Jagalah Perkataanmu....


Salah satu pepatah Amerika mengatakan “Stick and stone may break my bones, but words will never hurt me”. Tongkat dan batu dapat mematahkan tulangku, tapi kata-kata takkan menyakitiku. Benarkah ?

Ada orang yang tak pernah memukul, tapi kata-katanya tajam menusuk dan menyakitkan hati. Ketika anak kita diledek temannya, kadang kita katakan ‘biar saja, jangan didengarkan’. Tapi dapatkan kita benar-benar tidak ambil perduli dengan apa yang orang lain katakan ?

Bagaimana dengan istri yang langsung diet ketat gila-gilaan begitu suaminya bilang ‘kamu sekarang gendut,ya.’ Atau anak muda yang nekat bunuh diri saat pacarnya bilang ‘aku tidak lagi cinta padamu’. Bagaimana dengan anak sekolah yang tega menembaki guru dan teman-temannya karena ia selalu jadi bahan bulan-bulanan dan ejekan di sekolah. Masih sederet lagi contoh-contoh lain, termasuk yang berakhir dengan hilangnya harga diri, bahkan perceraian !

Gary Chapman dalam bukunya Lima Bahasa Kasih, menuliskan tentang kata-kata pendukung. Kata-kata positif yang mendukung, menyemangati, membesarkan hati. Kata2 yang ramah, baik, menghargai, penuh rasa maaf, dan menyiratkan kasih. Contoh yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah bagaimana ibu menenangkan anaknya yang menangis dengan kata-kata yang lembut. Atau Ayah yang membangkitkan semangat anaknya untuk terus bersekolah dan tekun belajar.

Lidah bisa menjadi pedang bermata dua, bisa menyelamatkan, bisa membunuh. Kadang kita mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, lalu kita lupa pernah mengatakan itu. Tapi bagi orang yang menjadi korbannya, walau tahun berlalu mungkin ia masih ingat dan sakit hati. Hendaknya kata-kata yang keluar dari mulut kita boleh menjadi berkat bagi orang lain. Terutama bagi pasangan dan anggota keluarga kita. Berpikirlah dulu sebelum berkata-kata. Hindari lontaran kata-kata kasar dalam kemarahan. Tahan diri untuk mengkritik. Berlatihlah untuk menyampaikan kata-kata penuh kasih, kata yang membangun dan memberi harapan.

Lidah memang tidak bertulang, berpikirlah dulu sebelum menyesal karena mengeluarkan kata-kata yang tak bisa ditarik kembali !
 salam....

Syukuri Yang Kita Miliki.....


Ada orang yang dalam hidupnya selalu mengeluh. Sakit. Tidak punya uang. Anak nakal. Tetangga menyebalkan. Jalanan macet. Istri bawel. Suami tidak perduli. Dan ratusan alasan lain yang membuat hidupnya tidak bahagia. Bahkan ulang tahun pun seolah tak layak dirayakan, karena alih-alih bertambah usia, ulang tahun artinya setahun lebih dekat ke liang kubur.

Stop ! Hitunglah nikmat Allah SWT!

Punya tempat bernaung walaupun mengontrak ? Masih bisa berjalan walau mengidap suatu penyakit ? Suami masih pulang ke rumah ? Istri masih memperhatikan anak ? Dikaruniai anak ? Punya pekerjaan ? Dapat makan walau sederhana ? Bahkan ketika jawaban anda untuk hal diatas itu tidak. Bersyukurlah ! Karena pasti ada hal lain yang layak disyukuri. Tak perduli sekecil atau sesederhana apapun.

Tidak sedikit perkawinan gagal karena istri terus mengeluh atau suami selalu menuntut. Karena ada banyak tuntutan mengharap kemudahan dan kesempurnaan. Namun lihatkan ke arah lain. Jika anda masih bisa membaca artikel ini, anda jauh lebih beruntung dari milyaran orang lain di dunia ini. Lihatlah pada orang-orang yang dengan keterbatasannya masih bisa terus berkarya, bahkan menjadi berkat bagi orang lain.

Mulailah mengucap syukur dan merayakan peristiwa dalam hidup anda. Yang terkecil sekalipun. Ketika kita menjadi orang yang positif dan bisa bersyukur, orang-orang di sekitar kita pun akan tertular. Suami akan mendapati istri penuh senyum. Istri akan mendapatkan suami yang penuh kasih. Anak-anak akan mendapatkan energi positif untuk memandang masa depannya.

Selalu syukuri apa yang kita miliki saat ini.

Sabtu, 07 April 2012

Mengapa Selalu Mencari Pembenaran?


Tidak ada orang yang suka berbuat kesalahan. Namun jika anda ingin melewati hidup dengan baik, maka tidak ada jaminan bagi anda untuk tidak melakukan kesalahan. Jika anda dapat belajar dari kesalahan dengan tepat, maka anda akan mendapatkan bahan bakar baru untuk maju kedepan.
Anda harus menyadari bahwa kesalahan adalah bagian yang penting dalam pengembangan diri. Jangan termenung terus dengan rasa bersalah dan penyesalan, pelajari bagaimana anda dapat belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

1. Minta Maaf dengan Tulus dan Sungguh-sungguh
Jika anda telah melakukan kesalahan yang menyakiti/membahayakan orang lain, sangat penting bagi anda untuk segera meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Pastikan bahwa itu adalah betul-betul suatu kecelakaan yang tidak akan terulang. Permintaan maaf yang baik akan mengembalikan tingkat kepercayaan orang tersebut pada anda.
Sebaliknya, jika anda tidak meminta maaf, maka kemungkinan besar orang tersebut akan menyerang anda. Akan sangat efektif jika anda meminta maaf secara pribadi dibandingkan lewat surat atau email. Namun, begitu anda telah mendapatkan maaf, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama lagi, karena itu adalah suatu kekonyolan dan sangat menjengkelkan. Segera perbaiki tindakan-tindakan anda.


2. Jangan Menjadi Seorang Yang ’Perfectionist’
Jika anda menjalani hidup dengan ketakutan untuk melakukan kesalahan, maka anda akan menghabiskan hidup anda dengan tidak melakukan apa-apa. Bukan masalah jika anda melakukan kesalahan, karena sekali lagi itu adalah bagian penting dari hidup agar anda terus maju. Semakin banyak tanggung jawab yang anda pikul, kemungkinan anda melakukan kesalahan pun semakin sering.
Jika anda selalu ingin merasa semuanya sempurna, selalu ingin menghindari kesalahan-kesalahan sekecil apapun, hal itu lama kelamaan akan membentengi diri anda secara psikologi dan anda menjadi tidak berani dalam mengambil resiko.

3. Jangan Membuang Waktu Dengan Mencari Pembenaran
Kita manusia mempunyai sifat alami untuk mencari pembenaran atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Ketika kita melakukan kesalahan, rata-rata reaksi pertama kita adalah menyalahkan orang lain.
”Ya, saya telah menabrak mobil di depan saya, tapi itu adalah karena teman saya yang selalu mengajak saya bergosip sehingga konsentrasi saya terpecah…”
”Saya tidak dapat menyelesaikan tugas sesuai jadwal karena komputer saya mengalami gangguan …”
Perlu anda ketahui, ketika kesalahan telah dibuat, atasan anda sama sekali tidak tertarik dengan pembenaran-pembenaran yang anda buat. Kita mencari pembenaran karena ego kita yang tinggi. Kadang-kadang, hal terbaik yang perlu diucapkan, sangat sederhana : ”Ya, saya telah melakukan kesalahan.”

4. Pahami Mengapa Kesalahan Tersebut Dapat Terjadi
Kesalahan-kesalahan dapat terjadi karena berbagai macam kesalahan. Untuk mencegah terjadinya kesalahan yang sama dua kali, anda harus memahami akar permasalahannya.
Sebagai contoh, anda seringkali berbicara dengan nada cepat dan marah; sering anda mengeluarkan kata-kata yang kurang baik. Anda harus mencari tahu apa yang menyebabkan anda marah pada saat itu. Mungkin anda merasa sangat lelah atau kepala anda sedang sakit. Jika anda melakukan kesalahan karena anda begitu lelahnya, cobalah untuk tidak tidur sampai larut malam. Jika anda merasa stress, carilah jalan untuk membuat anda relax.

5. Hindari Mengulang Kesalahan Yang Sama
Anda harus menghindari perasaan bersalah yang terus menerus karena telah berbuat kesalahan, namun pada saat yang sama, anda harus mencari jalan pemecahan dan melakukan tindakan perbaikan. Jika anda mengulang kesalahan yang sama, hal tersebut menunjukkan bahwa anda tidak mengalami suatu kemajuan dan menyebabkan kerugian/penderitaan yang berulang.
Seringkali kesalahan disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Untuk mencegah kesalahan yang sama berulang, anda harus menghapuskan kebiasaan buruk tersebut. Hal ini memang tidak mudah dan membutuhkan usaha ekstra untuk merubah kebiasaan. Bagaimanapun, semakin cepat anda bisa merubah kebiasaan buruk tersebut, semakin cepat anda menghindari melakukan kesalahan yang sama.

6. Kesalahan Adalah Kesempatan Untuk Belajar
Dari kesalahan-kesalahan yang telah anda buat, tentu saja anda akan semakin berkembang dan bijak. Kesalahan-kesalahan, dalam hubungannya dengan keberanian mengambil resiko, merupakan sesuatu yang krusial untuk kesuksesan anda. Hal yang terpenting adalah melihat kesalahan sebagai batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi dan kehidupan yang lebih baik.

salam...
(dari berbagai sumber)

Kamis, 05 April 2012

Menjadi Pribadi Percaya Diri


Anda orang biasa saja? Bukan artis? Bukan konglomerat? Bukan ilmuwan? Bukan orang terkenal? Inilah 18 tips menjadi pribadi percaya diri.

1. Berubahlah dengan waktu dan tempat!

Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersama anda! Menangislah, dan anda akan menangis sendirian! Mutiara kata ini mengisyaratkan agar kita selalu berbahagia dimana pun kita berada dan kapan pun. Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.

2. Carilah kenalan, teman, sahabat, relasi sebanyak-banyaknya!

Sering-seringlah bepergian, menjelajahi dunia. Semakin sering anda bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, maka kepribadian anda akan semakin matang tanpa anda sadari.

3. Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri.Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.

4. Hargailah dan nikmatilah alam.

Dengan menghargai alam, jiwa menjadi tenang. Dengan menikmati alam hati menjadi senang. Temukanlah rahasia sesuatu itu tampak menarik, misalnya: bunga yang mekar, surya yang bersinar, sawah yang terhampar.

5. Hargailah orang lain.

Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga, percayalah!

6. Jaga tingkah laku.

Banyaklah mendengarkan dan berpikir daripada berbicara, kecuali bila waktunya untuk berbicara. Dengan menjaga lisan dan perbuatan kita, berarti setengah pertempuran hidup telah kita menangkan.

7. Jangan kekanak-kanakan.

Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.

8. Jangan mencari kesalahan orang lain.

Hidup kita terlalu singkat untuk melakukan hal ini.

9. Jangan rendah diri. Sudah seharusnyalah kita menerima dan memperbaiki kekurangan kita tanpa pernah merasa minder atau kecil di depan orang lain. Percayalah, tidak seorang manusia pun yang sempurna di muka bumi ini!

10. Jangan sombong.

Ketahuilah bahwa selalu ada yang lebih daripada kita. Kesombongan menandakan kekosongan.

11. Kembangkan minat pada berbagai hal.

Jangan membatasi diri anda, perluas bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, dan keahlian anda. Memiliki satu keahlian atau spesialisasi akan terasa lebih baik dan sempurna jika ditunjang dengan keahlian dalam bidang yang lainnya, sehingga anda akan semakin "bersinar" dan penuh pesona.

12. Selalu baik pada orang lain.

Jangan pernah merasa dendam sekalipun kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti kita. Cintailah yang di bumi, niscaya yang di langit akan mencintaimu.

13. Selalu belajar.

Semakin sering anda belajar, maka semakin banyak yang anda ketahui. Ilmu ini dapat menjadi lahan amal ibadah bagi anda, sehingga anda merasakan nikmatnya berbagi dan indahnya ilmu.

14. Selalu mengikuti informasi dan perkembangan terkini tentang apapun. Dengan banyak mengetahui hal yang paling baru, maka anda akan tampil semakin percaya diri dan penuh pesona. Semakin banyak hal baru yang anda tahu, maka akan semakin banyak pula yang mencari dan mengejar anda...yakinlah!

15. Selalu tegap, sigap, dan siap.

Posisi atau postur tubuh anda di dalam berkomunikasi dengan orang lain akan mengungkapkan siapa diri anda yang sebenarnya. Oleh karenanya, milikilah rencana, target, dan strategi (persiapan) yang matang dan semangat yang tak pernah pudar!

16. Selalu tersenyum pada orang lain.

Orang akan lebih senang melihat wajah yang dihiasi senyuman daripada wajah yang selalu disertai ratapan atau keluhan.

17. Senang bekerja sama dengan orang lain.

Inilah yang membuat jaringan (network) kita semakin luas, erat, dan kuat.

18. Senang menolong orang lain.

Dengan gemar menolong orang lain, maka pada hakikatnya kita menolong diri kita sendiri. Semakin banyak orang yang kita tolong, maka akan semakin sering pula kita ditolong oleh Allah SWT dengan cara-Nya yang tak terduga.

Salam......

(sumber: dr. Yul Iskandar, DSJ., MBAP.,MASRS., PhD, dan dari berbagai sumber)